Loading... Please wait...

Info dari kami


Tutorial Serta cara trik dan panduan Merawat Peralatan Broadcast Notebook,Kamera Video,Handphone,kamera digital,Headset dengan tepat dan cepat

Posted on 1st May 2013 @ 11:10 PM

1. Notebook 
Membersihkan “Keyboard”: Keyboard laptop gampang sekali kotor, entah karena jari tangan yang berminyak, abu rokok, remah-remah roti, atau debu. Ambil kuas dan sapukan ke sela-sela tombol untuk mengeluarkan kotoran, atau gunakan vacuum cleaner portabel untuk menyedot debu yang ada. Bersihkan permukaan tombol keyboard dengan kain yang dibasahi cairan pembersih kaca. Gunakan proteksi pelindung keyboard untuk mencegah kotoran.
Mengelap Layar                : Jangan sembarangan menggunakan cairan pembersih pada layar, pakailah pembersih kaca. Semprotkan pada kain halus atau katun, lalu poles layar monitor. Jangan menyemprotkan langsung pada layar, karena bisa menyebabkan pemukaan LCD ( Liquid Crystal Display ) menjadi belang. Bersihkan secara searah, misalnya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan, serta jangan menekannya terlalu keras.
a.   Hindari Panas Matahari         : Jangan meninggalkan notebook di dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari. Panas yang berlebihan di dalam mobil bisa menyebabkan kerusakan komponen-komponen notebook.
b.  Menghindari Goresan           : Amankan benda-benda tajam dari sekitar notebook. Taruh lapisan pelindung di atas keyboard sebelum menutup case, agar layar tak tergores. Apabila hendak berpergian, masukkan notebook pada wadah / tas yang telah tersedia.
c.    Case Cemerlang                     : Tangan yang kotor dan berminyak juga menjadi penyebab case tidak lagi mengilat. Pakai deterjen nonzat alkalin dicampur air untuk membersihkannya. Bisa pula dengan pembersih multiguna untuk peranti elektronik, yang biasanya berupa busa. Semprotkan pada kain lap lembut, lalu gosok secara perlahan permukaan case.
d.   Menyimpan notebook             : Bila akan menyimpan notebook dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan baterai dan simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, serta bersirkulasi udara cukup baik. Taruh silikon gel untuk menghindari jamur. Begitu ingin menggunakannya kembali, setrum baterai dengan cara mengisi dan mengosongkan sepenuhnya sebanyak tiga kali berturut-turut.
e.  Hindari Medan Magnet          : Untuk melindungi data yang ada di dalam hard disk, jangan letakkan peranti yang mengandung medan magnet / elektromagnet kuat di sekitar notebook. Piranti-piranti penghasil medan magnet, misalnya, spiker yang tidak berpelindung ( unshielded speaker system ) atau telepon selular. Sekiranya anda ingin mengakses Internet menggunakan fasilitas infrared pada ponsel, letakkan ponsel dalam jarak sekitar 15 cm dari notebook.
 2. Kamera Video 
Merawat kamera video dilakukan dengan enam langkah berikut ini :
1)      Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder anda saat tidak digunakan. Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah pada proses merekam dan memutar.
2)      Usahakan Memasukkan kaset video dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat membuat kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat merusak video head.
3)      Jangan meninggalkan baterai di dalam camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai.
4)      Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas.
5)      Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset menyangkut di dalam kamera.
6)      Rawat handycam / kamera video sobat dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor.
3. Handphone
            Handphone atau yang sering kita sebut HP ini adalah peralatan yang sangat kita butuh kan di jaman sekarang baik untuk komunikasi dengan keluarga, untuk bisnis, dan berkomunikasi dengan teman atau siapapun. Saat ini memang pemakaian hp sudah Familyar di semua kalangan tidak pandang usia dan siapa orang tersebut, pasti sudah mengunakan hp.  Jadi karena hp menjadi salah satu kebutuhan kita, maka perawatanya juga sangat penting untuk kenyamanan penggunaan nantinya.
            Charger Hp sampai benar benar penuh, dan isi ulang baterai bila memang sudah habis, walaupun jenis baterai yang baru seperi Lithium Polymer dapat di isi kapan saja tetapi secara umum, jika melakukan pengisian yang terlalu sering akan memperpendek usia baterai.
            Aktifkan pula keypad lck ( pengunci keypad ) hal ini akan mencegah pemakaian yang tidak disengaja, seperti misalnya secara tidak sadar beberapa tombol tertekan sehingga melakukan dial ke nomor tertentu tanpa sadari. Hal ini selain mengurangi pulsa atau membengkakan pengeluaran pulsa juga akan mengganggu kenyamanan orang yang menerima panggilan tidak disengaja tersebut.
            Bersihkan Handphone dengan lap dan jangan sekali kali menggunakan cairan kimia untuk membersihkanya walaupun ada cairan seperti contact cleaner yang mampu membersihkan komponen - kompenen dalam ponsel dengan baik karena pemakaian oleh yang kurang ahli malah bisa menyebabkan kerusakan.
            Gunakan pengaman seperti sarung ponsel / tas ponsel. Selain mencegah resiko jatuh, dengan sarung ponsel mungkin akan menahan air dan debu untuk masuk ke ponsel dengan cepat.
            Letakan ponsel ti tempat yang tidak berair dan berdebu. Juga hindarkan menaruh ponsel ditempat dengan radiasi dan medan magnet yang tinggi. Meletakan ponsel di tempat dengan medan magnet tinggi akan memaksa ponsel untuk mengeluarkan daya maksimalnya untuk mendapatkan signal terbaik.
Hindari menaruh ponsel di tempat yang panas melebihi suhu kamar dan tempat dengan kondensasi tinggi.
4. Merawat kamera digital
Kamera merupakan peralatan fotografi kedua yang terpenting, disinilah tempat sensor kamera yang sangat sensitif. Berikut beberapa langkah merawat kamera digital:
a.Merawat bagian luar kamera / casing merupakan bagian yang biasa dilakukan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan masuknya kotoran ketika akan membersihkan bagian dalamnya. Debu dari luar akan mudah masuk kedalam, apalagi kalau kita sering berganti-ganti lensa.
·         Bersihkan bagian luar kamera dengan blower terlebih dahulu, untuk beberapa debu yang masih menempel dapat dipergunakan brush.
·         Selanjutnya pergunakan lens cloth atau dry cloth yang lembut untuk membersihkan beberapa bagian khusus kamera seperti LCD panel, viewfinder, dan flash hotshoe.
b.        Setelah langkah diatas, dilanjutkan dengan merawat bagian dalam kamera. Bagian dalam kamera merupakan letak sensor kamera.
·         Sebelum membersihkan bagian dalam kamera, pastikan bahwa perawatan ini dilakukan pada ruang yang bersih dengan penerangan yang cukup. Sebaiknya anda juga dalam kondisi yang bersih.
·         Langkah pertama yaitu membersihkan mirror dengan blower atau blower brush. Kamera dipegang menghadap kebawah dan blower dipompa keatas, tujuannya agar partikel debu yang tertiup dapat turun kebawah mengikuti gravitasi.
·         Selanjutnya membersihkan sensor. Untuk dapat melakukannya maka mirror harus di lock up terlebih dahulu. Pada beberapa kamera fitur ini disediakan dengan memilihnya dari menu kamera. Yakinkan baterai dalam kondisi cukup penuh ketika akan melakukan mirror lock up. Dimulai dengan menekan shutter release, maka mirror akan terangkat dan shutter terbuka. Dengan kamera yang dipegang menghadap kebawah ( sensor menghadap kebawah ), pompa blower ( blower tanpa brush ) beberapa kali untuk meniup partikel debu yang mungkin menempel di sensor. Setelah selesai, matikan kamera untuk menyudahi fungsi mirror lock up.
·         Jika sensor sangat kotor, anda dapat membersihkannya dengan cleaning kits yang memiliki swab sensor khusus. Dengan alat ini, kita membersihkan sensor secara fisik dengan melakukan swab / smear pada kotoran yang menempel di sensor. Tindakan ini harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati, jika tidak yakin sebaiknya serahkan kegiatan membersihkan sensor pada mereka yang profesional.
·         NB. Jika tidak merasa yakin untuk melakukan kegiatan membersihkan bagian dalam kamera terutama sensor, sebaiknya serahkan kegiatan perawatan ini pada mereka yang professional. Dibandingkan dengan resiko yang mungkin timbul seperti kerusakan mirror, shutter, atapun sensor maka mencari bantuan mereka yang professional merupakan pilihan yang bijak.
c.        Merawat baterai.
            Baterai berfungsi sebagai sumber daya untuk menghidupkan kamera, perawatan yang baik dapat memperpanjang usia pemakaian baterai kamera. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
·         Jangan membiarkan baterai terpapar suhu ekstrim diatas 43 C. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan permanen pada baterai. Letakkan baterai pada tempat yang sejuk dan kering.
·         Jangan mencharge baterai secara berlebihan,  jika charger telah menunjukkan baterai terisi penuh segera cabut.
·         Charge baterai sebelum atau sesudah penyimpanan dalam jangka waktu lama.
·         Dipakai ataupun tidak dipakai baterai akan mengalami proses pelemahan, agar tetap awet maka baterai perlu diisi kembali.
·         Lepaskan baterai dari kamera jika tidak sedang mempergunakannya dalam jangka waktu lama.
·         Jangan mencampur penggunaan baterai lama dan baru, termasuk mempergunakan baterai dengan merek yang berbeda-beda.
d.       Merawat memory card dan accessories.
·         Memory card berfungsi sebagai media penyimpan data. Bisa berupa SD / secure digital, CF / compact flash, dan sebagainya. Perlakukan benda-benda ini dengan hati-hati, bentuknya yang kecil membuat mereka mudah sekali rusak. Untuk melindunginya, simpan selalu pada casing nya masing - masing jika sedang tidak dipergunakan.
·         Accesories kamera seperti lens filter, lens hood, flash dan lainnya perlu dirawat untuk tetap menjaga kebersihannya. Dudukan flash dan kontak baterai flash perlu dibersihkan secara berkala untuk menghindari penumpukkan kotoran.
e.       Penyimpanan.
·         Kamera sebaiknya dihindarkan dari temperatur ekstrim yang sangat panas maupun sangat dingin. Hindarkan kamera dari kontak matahari langsung dalam jangka waktu yang lama. Jangan pernah menyimpanya dalam kondisi panas seperti didalam mobil atau dalam kondisi yang sangat dingin.
·         Ketika menyimpan kamera, jauhkan peralatan tersebut dari benda - benda yang memiliki medan magnet kuat. Medan magnet dapat mempengaruhi sirkuit elektronik yang terdapat pada kamera digital.
·         Simpan kamera, lensa dan accessories lain dalam dry box yang memiliki alat pengatur kelembapan jika sedang tidak dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Atau simpan alat - alat tersebut pada suatu wadah khusus dengan disertakan silica gel untuk mengatur kelembapannya.
f.         Merawat tas kamera.
Tas kamera merupakan media penyimpanan peralatan fotografi sewaktu  berpergian. Dengan demikian perawatannya juga mutlak dilakukan agar mampu melindungi peralatan fotografi yang kita miliki. Tas yang kotor mengakibatkan peralatan didalamnya menjadi kotor. Berikut beberapa langkah perawatannya:
·         Setelah tas dipergunakan, keluarkan isinya lalu bersihkan bagian dalam dan luarnya. Agar hasilnya maksimal dapat dipergunakan vacum cleaner. Setelah pemotretan outdoor, partikel debu, kotoran dan pasir biasanya banyak terakumulasi sehingga perlu dibersihkan.
·         Cuci tas kamera dalam jangka waktu berkala, terutama setelah tidak dipergunakan untuk jangka waktu yang cukup lama.
Peralatan fotografi digital membutuhkan investasi dana yang tidak sedikit, sehingga perawatan mutlak harus dilakukan secara rutin. Perawatan yang baik akan mempertahankan kondisi perlatan fotografi kita untuk tetap bisa dipergunakan dengan baik, bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, dan tentunya dapat mempertahankan harga jualnya kembali. Beberapa hal yang harus dihindari oleh kamera:
1. Hindari Cuaca dingin atau Ruangan dingin ber-AC
2. Hindari Benturan
3. Hindari Pemakaian fasilitas REW / FF pada kamera
4. Jangan terlalu pake fasilitas manual kecuali dalam ruangan.
5. Hindari Pemakaian kaset bekas, kecuali kaset tersebut baru terpakai 1 atau 2 kali. Dengan  penyimpanan kaset yang baik, jauh dari debu.
6. Kalau bisa dan sangat disarankan capture gambar pake alat lain seperti handycame.
7. Selalu membawa cadangan kamera.
            Bagi anda yang memiliki kamera Walau sudah sangat mahir dalam mengoperasikannya, namun juga sangat perlu di ketahui bagaimana cara merawat kamera dengan benar agar terhindar dari kerusakan dan berumur panjang. Berikut ini ada sedikit tips tentang cara merawat kamera yang baik, agar kamera anda bisa tetap awet, dapat berfungsi dengan baik dan berumur panjang.
a.       Tempat Penyimpanan :
            Tempat penyimpanan sangat perlu diperhatikan, simpan lah kamera anda di tempat yang sejuk ( tidah terlalu panas dan tidak terlalu lembab ) dan terhindar dari debu. Anda bisa membeli Lemari khusus penyimpan kamera tapi harganya masih relatif mahal, untuk alternativ lain anda bisa membeli Lemari kaca / kayu yang lebih murah, pasangkan lampu 5 watt di dalamnya dan atur  jarak dari lampu ke kamera anda sekitar 40 cm agar suhu di dalam almari bisa tetap sejuk. Kemudian letakkan beberapa silica gel untuk menghindari jamur.
b.       Cara menyimpan :
            Selain tempat penyimpanan cara anda dalam menyimpan kamera juga harus diperhatikan. Pastikan posisi anda meletakkan kamera sudah benar, bersihkan lah kamera anda sebelum menyimpannya. Untuk penyimpanan dalam waktu yang lama keluarkan lah baterai dari dalam kamera untuk menghindri Over-charger. Untuk kamera D-SLR, lepaskan lah kensa sebelum di simpandan ingat di pasang ´ bodyup ´ nya pada lensa dan body Kamera. Apabila anda membawa kamera dalam bepergian simpanlah kamera anda pada tas khusus tempat kamera atau tas yang memiki lapisan lembut yang lebih tebal dan pas dengan ukuran kamera anda agar terhindar dari goncangan.
c.         Hindari sinar Matahari berlebihan :
            Panas sinar matahari yang berlebihan bisa merusak bagian bagian kamera anda yang terbuat dari plastik dan karet serta komponen elektronik di dalamnya.
d.       Hidari Kapur Barus :
            Kapur barus adalah benda yang sangat di takuti oleh kamera, karena kapur  barus dapat merusak PBC ( printed circuit board ) yaitu tempat dimana chip elektronik kamera itu terpasang. Uap kapur barus juga dapat membuat flek - flek pada lensa kamera anda. Menurut berita kerusakan pada kamera yang di sebabkan oleh kapur barus sangat sulit diperbaiki dan bahkan mungkin tidak bisa di perbaiki lagi.
e.       Hindari Air Laut :
            Air laut sangat berbahaya bagi kamera,  jauhkan kamera dari cipratan air laut, air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang lainnya. Bagi pengguna kamera D-SLR, jangan sekali sekali mengganti lensa di pantai apalagi dilaut, karena Uap air laut yang di hembuskan angin dapat masuk ke dalam kamera anda dan membawa butir-butir pasir dan zat garam yang menyebabkan kerusakan pada bagian dalam kamera anda. Sehabis hunting di laut atau pantai segeralah bersihkan kamera anda karena butir butir pasir yang mengandung zat garam dapat menyebabkan karat pada bagian kamera yang terbuat dari besi.
f.         Bersihkan kamera :
            Usahakan anda dapat membersihkan selalu kamera anda seusai di gunakan atau setidaknya seminggu sekali. Gunakan lap halus khusus kamera atau yang biasanya di pakai mengelap kacamata untuk memebersihkan body dan bagian luar lensa untuk bagian depan lensa dan filternya anda bisa menggunakan tisu basah khusus pembersih lensa. Untuk membersihkan debu gunakanlah kuas halus atau kuas rias dan untuk bagian dalam kamera gunakanlah blower khusus kamera. Semua peratan di tersebut bisa anda dapatkan di toko kamera terekat di kota anda.
g.       Servislah Berkala :
            Lakukan servis secara berkala jangan tunggu sampai kamera anda rusak baru diservis. Servislah kamera anda di tempat yang resmi, apabila anda bukan tukang servis kamera jangan sekali sekali membongkar kamera anda di rumah. Berikut beberapa tips untuk merawat kamera digital SLR dan peralatan fotografi lainnya:
h.       Merawat lensa.
            Lensa merupakan jendela bagi mata untuk melihat dunia luar. Lensa merupakan elemen terpenting untuk dapat menghasilkan gambar yang baik. Beberapa langkah perawatan lensa adalah sebagai berikut:
·         Jangan menyentuh lensa secara langsung dengan jari. Untuk mengurangi kemungkinan ini terjadi, usahakan lens hood selalu terpasang. Lens hood juga akan melindungi bagian depan lensa dari benturan sekaligus mencegah munculnya flare pada cahaya frontal menuju lensa.
·         Pasang lens cap ketika lensa sedang tidak dipergunakan, hal ini bertujuan mengurangi kemungkinan terpapar dan menempelnya debu pada permukaan lensa.
·         Jika kegiatan membersihkan lensa diperlukan, maka mempergunakan peralatan pembersih yang baik sangat dianjurkan. Selalu pergunakan lens brush, lens blower , lens paper dan lens cloth yang baik.
Berikut beberapa langkah membersihkan lensa:
-          Bersihkan bagian depan dan belakang lensa dengan lens blower terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghilangkan partikel debu yang menempel. Jangan langsung membersihkan lensa dengan lens cloth atau lens paper sebab partikel debu yang ikut tergosok akan menyebabkan permukaan coating lensa akan tergores. Hal ini dapat berakibat munculnya gangguan permanen pada hasil foto.
-          Beberapa partikel debu yang masih tetap menempel dapat juga dihilangkan dengan bantuan lens brush.
-          Selanjutnya usap lensa secara lembut dan perlahan dengan lens cloth / lens paper kering dengan gerakan memutar dari bagian dalam lensa menuju keluar.
-          Jika dibutuhkan, cairan pembersih lensa / lens cleaning fluid khusus dapat dipergunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran lensa yang agak membandel. Jangan meneteskannya langsung pada lensa, teteskan pada lens paper terlebih dahulu, lalu usap perlahan pada bagian lensa.
5. Headset
            Karena barang ini hampir digunakan setiap hari, headset paling mengambil banyak penyalahgunaan.  Karena mereka adalah bagian yang relatif rapuh peralatan, mereka dapat mematahkan dengan mudah jika Anda tidak menjaga mereka.  Apakah Anda menggunakan headset yang dijalin dengan tali pada sebuah komputer atau headset nirkabel saat menggunakan ponsel Anda, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah aus yang berlebihan dan kerusakan.
Petunjuk
Hal-hal yang Anda Perlukan:
• Kain lembab
• Kantong Penyimpanan
• Headset
• Tisu Bebas alkohol
Mencegah Kerusakan Headset Anda
1.      Jangan biarkan headset dalam Anda mobil  pada temperatur ekstrim.  Sinar matahari langsung dan suhu melebihi 110 derajat F dapat mengubah bentuk bagian plastik dari headset Anda, dan sangat dingin suhu di bawah 14 derajat F dapat mengurangi masa pakai baterai. Kedua ekstrem negatif dapat mempengaruhi pengoperasian headset.
2.      Jauhkan headset dari kelembaban.  Mengenakan headset di tengah hujan atau membuka untuk keringat berlebihan pendek bisa keluar beberapa komponen listrik headset.  Headset nirkabel sangat rentan terhadap masalah ini.
3.      Hindari tali membungkus sekitar unit headset saat menyimpan.  Seiring waktu ini akan melemahkan kabel dan dapat menyebabkan plastik mencakup sekitar kawat memburuk. Ini adalah masalah umum dengan headset dijalin dgn tali.
4.      Cobalah untuk tidak memutar atau berputar kabelnya pada headset saat menggunakan. Hal ini sering dilakukan tanpa sadar dan biasa, tetapi merusak kawat dan mempersingkat masa pakai headset.
5.      Berhati-hatilah untuk tidak menjatuhkan headset nirkabel atau membuangnya di atas meja atau meja. Banyak headset memiliki komponen interior kecil yang dapat membebaskan diri, merusak seluruh unit.
6.      Bersihkan makeup, keringat, kotoran, dan produk rambut dari headset Anda secara berkala, seperti headset dapat menjadi sangat kotor.  Jika kotoran menembus casing luar unit, dapat mengganggu pengoperasian headset. Gunakan kain basah atau tisu bebas alkohol untuk membersihkannya dengan lembut.
7.      Jangan tarik kabel dari headset yang dijalin dgn tali untuk menghapusnya dari perangkat.  Hanya menghapus perangkat secara langsung di adaptor, atau tali akan rusak.  Bahkan sejumlah kecil gaya berulang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kabel secara bertahap menarik dari adaptor dan kabel interior keributan.
Tips & Peringatan
 • Simpan headset dalam kantong kain jika tidak digunakan untuk merawat bagian luar dan untuk mencegah goresan.  Banyak headset  yang datang dengan media penyimpanan lembut, tapi jika Anda tidak, Anda dapat membeli tas kain dari seni dan toko kerajinan.
• Mengisi penuh headset nirkabel sebelum digunakan untuk memaksimalkan masa pakai baterai.
• Jangan pernah menyimpan headset nirkabel dengan daya.
• Jangan biarkan headset Anda di saku belakang Anda atau Anda mungkin lupa dan duduk di atasnya, menyebabkan kerusakan.
6. Printer
Tips Cara Merawat Printer Yang Benar :
·         Setelah menggunakan Printer ada baiknya semua lubang kertas baik yang masuk atau pun keluar di tutup dengan benar. Hal ini untuk menghindari benda asing atau pun debu masuk ke dalam printer sobat. Sahabat saya pernah mengalami hal ini, keponakan dari sahabat saya tidak senagaja memasukkan gunting kuku ke dalam lubang tempat kertas masuk, alhasil Printer tidak bisa dipakai untuk mencetak karena terganjal oleh gunting kuku. Terkadang juga ada benda asing yang masuk secara tidak sengaja ke dalam Printer, seperti potongan kerta, debu dll. Jika Printer sudah terlanjur kemasukan debu. Tiup dengan alat tiup seadanya atau tiup manual. Bersihkan dan tiup sekitar motor penarik kertas. Berikan sedikit air pada roda penarik kertas dan gunakan kertas bekas untuk mencoba test print. Hal ini akan membersihkan debu yang sudah terlanjur menempel di roda penarik kertas. Gunakan sedikit air saja, jangan terlalu banyak. Apalagi sampai meluber ke dalam Printer.
·         Gunakan Printer setiap hari. Maksudnya di sini bukan melakukan print secara terus menerus dalam jumlah banyak. Melainkan melakukan print satu lembar saja atau secukupnya. Intinya di sini adalah agar tinta sobat tidak membeku di Cartridge.
·         Gunakan kertas di dalam lubang masuk printer secukupnya. Selain agar tidak malas untuk menutup setelah digunakan. Hal ini juga agar tidak terjadi slip karena roda penarik tidak punya cukup ruang untuk menarik kertas serta agar kertas tidak terlipa di dalam.
·         Biasakan untuk mencetak dalam batas wajar. Printer memiliki jumlah batas cetak dan batas cetakan per cetakan. Maksudnya di sini, jika anda ingin mencetak banyak. Usahakan agar mencetak secara sedikit demi sedikit. Hal ini untuk menghindari keausan di Head Cartridge. Jika mencetak 100 lembar, cetaklah 10-20 per cetakan. Istirahatkan sebentar baru dipergunakan lagi.
·         Usahakan selalu mengocok kertas sebelum digunakan. Hal ini bertujuan agar kertas tidak ikut masuk dalam jumlah banyak.
·         Setelah menghidupkan printer, biasakan untuk membiarkan printer tersebut sejenak sebelum digunakan. Apalagi jika sebelumnya printer mati secara tidak wajar (Mati Lampu).
·         Biasakan mematikan printer lewat tombol power setelah printer sudah tidak digunakan. Perhatikan dahulu apakah printer sudah tidak bekerja (Cleaning) dan tempat Cartridge sudah kembali ke tempat asal.
·         Pakai tinta yang bagus atau tinta yang sudah direkomendasikan. Hal ini supaya hasil cetakan bisa lebih bagus dan Cartridge lebih awet.
·         Isi tinta jika kelihatan sudah hampir habis. Untuk tinta infus, jangan sampai membiarkan isi tinta di bawah setengah tabung. Jangan sembarang mencoba memperbaiki sendiri. Jika sobat memang mencoba memperbaiki sendiri, sebaiknya carilah referensi terlebih dahulu sedetail mungkin. Agar tidak terjadi kesalahan pada perbaikan.
·         Jangan pernah menyentuh chip, sensor atau pun benda yang kelihatan sangat sensitif pada printer. Hal ini akan menyebabkan printer tidak bekerja secara normal. Seperti jika sensor kotor maka hasil cetakan terkadang tidak bisa merata.
·         Gunakan kertas yang sesuai dengan printer. Terkadang ada beberapa printer yang sensitif jika diberikan kertas terlalu tipis atau tebal.
7.        Speaker  
Tip Memilih Speaker Untuk PC ( Personal Komputer ) anda :
a.      Sesuaikan kebutuhan anda pada saat membeli speaker
b.      Maksimalkan Budget yang ada
c.       Untuk dana yang terbatas simbadda dan advance dah lumayan ( pilih yg ga terlalu banyak pernak-perniknya)
d.      Saat membeli perhatikan frekuensi tinggi dan rendahnya, jangan cuma bass-nya doang yg dites
e.      Pilih bahan membran speaker pada subwoofer yang lapisannya karet atau elastis
f.        Pilih bahan dari kayu yang akustiknya oke dan tampilan juga perlu eye catchy
g.      Yang paling dominan pastinya dong anda yang menentukan
     Kualitas sub woofer/speaker dapat dilihat dari perbedaan reproduksi suara bass yang bagus, perhatikan jenis suara bass drum yang keluar dari speaker berikut DUB…! Atau DUNGGG..!
     Pada saat volume kencang (mode surround off) bedakan suara bass drum kalau bisa hanya mengeluarkan suara 1 aja dan mampu menggetarkan dada…nah pada saat mode surround on, bass drum ada efek vibran/sustain agak panjang dan cenderung suara no.1+2 hampir bersamaan dan itulah speaker yang oke
     Jangan Pilih kalau mode surround off tapi suaranya cenderung no.2 aja atau lebih parah lagi ada getaran rrrr…atau ssss… pada speaker bahkan agak pecah – jangan pilih yang itu testing speaker silakan volume speaker full 100% tapi volume software musik diusahakan jangan melebihi 75% dan setting equalizer jangan lebay.
Perawatan Speaker Aktif
·    Volume Software pemutar musik ( winamp, jetaudio, dll ) jangan lebih dari 75%, kalau ingin suara kencang menggelegar – keraskan volume speaker anda boleh sampai Full 100%
·  kenali kemampuan speaker anda sampai batas desibel tertentu, default setting software sudah cukup untuk menghasilkan suara yg lumayan.
·     kalau membutuhkan penyesuaian tingkat desibel tertentu silakan menggunakan auto tuner atau preset yg disediakan software, misal : pop, rock, jazz, dst kalau masih kurang silakan ditambah efek BBE viva, Wide, Reverb, Surround,dst
·      untuk yang sudah advance / mahir silakan rubah secara manual equalizer anda dan jangan merusak telinga anda
     Beberapa Alasan Kenapa Untuk Volume Speaker boleh Kenceng Tapi Untuk Volume Software Tidak di Rekomendasikan ?

     Karena Volume Software akan memperpendek usia membran yang ada di   speaker/saloon anda, paling tidak kualitas output suara jadi menurun lama2 kelamaan bisa muncul desis/bunyi berisik lainnya istlahnya seperti ini diibaratkan volume software adalah arus air sedangkan volume speaker adalah bendungan dan penyalur arus air, kalo volume software 100% sedangkan volume hardware/speaker 30% maka seperti agan membangun bendungan kecil untuk menahan arus air yg sangat besar, lama2 jebol lah bendungan tersebut. Semoga bermanfaat.